DIES NATALIS Ke 36 Fakultas Teknik Universitas Lampung

Selanjutnya »

Teknik Tegangan Tinggi/High Voltage Engineering

Jaman dahulu sistem transmisi hanya menggunakan tegangan sekitar 30 Kv. Namun seiring dengan perkembangan jaman dan pertambahan jumlah manusia, konsumsi listrik menjadi suatu kebutuhan yang penting. Menganut perkembangan listrik tersebut maka tegangan juga harus naik. mengapa? Selanjutnya »

 

Dies Natalis ke-36 Fakultas Teknik Universitas Lampung

10471238_937994659544256_1310710793335931968_n

Pengantar Teknik Tegangan Tinggi

pdkb1

 

Pengantar

Pada sistem transmisi tenaga listrik dibutuhkan tegangan yang cukup tinggi dari pembangkit sampai dengan suatu gardu induk. Hal ini dapat diartikan dengan asumsi :

 

P (daya) = I (arus) x V(tegangan).

 

Jaman dahulu sistem transmisi hanya menggunakan tegangan sekitar 30 Kv. Namun seiring dengan perkembangan jaman dan pertambahan jumlah manusia, konsumsi listrik menjadi suatu kebutuhan yang penting.

Menganut perkembangan listrik tersebut maka tegangan juga harus naik. mengapa?

Hal ini dapat dikaitkan dengan rumus daya diatas. P = V x I. dengan bertambahnya daya atau energi (P) dengan V sumber yang tetap, maka Arus (I) akan bertambah juga. Pada sistem transmisi, anggaplah sebuah kabel itu adalah suatu impedansi (Z), maka akan terjadi drop tegangan pada kabel itu sebesar Vk = Z (impedansi) x  I(arus).

Jika terdapat tegangan sebesar Vs, maka pada konsumen menerima tegangan(Vc) sebesar : Vs-Vk=Vc. Nah tegangan yang diterima konsumen ini (Vc), tidak sebesar 220 volt melainkan kurang dari itu. akibatnya dapat dikatakan bahwa kualitas listrik yang dihasilkan kurang baik untuk dipakai pada alat alat yang memiliki nominal tegangan 220 volt.

Dengan kata lain, ketika beban naik (P load), maka pada sumber tegangan yang konstan(Vs), arus(I) akan naik sesuai dengan hukum daya, maka drop tegangan yang terjadi pada kabel juga aka naik(Vk), maka tegangan yang diterima konsumen akan turun (Vc), untuk itulah tegangan perlu dinaikkan agar arus mengecil dan drop tegangan yang terjadi juga semakin kecil, sehingga tegangan yang diberikan ke konsumen (Vc) akan meningkatkan kualitasnya.adapun cara lain adalah memparalel kabel dan memperbesar jenis kabelnya.

Project terpenting dalam teknik tegangan tinggi adalah INSULATION, yang berarti to insulate dan to separate. insulator ini terpasang pada tiang tiang transmisi atau distribusi dengan jalan agar arus tidak mengalir ke tanah melalui tiang atau arus bocor, melainkan menuju ke konsumen. Insulator ini terbuat dari bahan isolator.

Perbedaan antara isolator dan konduktor adalah, bahwa konduktor  mudah mengalirkan elektron sedangkan isolator sulit mengalirkan elektron. Hal ini lah yang menjadikan bahan dasar pembuatan isolator.

Suspension isolator : Isolator yang digantung pada tiang distribusi, berbentuk suatu lempengan keramik yang diapit oleh logam. Logam digunakan untuk tempat bergantung suspensi ini dan logam lain untuk menggantung kabel transmisi atau distribusi.

Jadi keramik digunakan unutk mengisolasi arus, agar tidak bocor ke tanah lewat tiang. penggunaan isolator ini menganut type tegangannya, misalnya pada tegangan 20 Kv menggunakan 2 suspensi isolator, sedangkan pada 150 Kv menggunakan 11 suspensi dan 500 Kv menggunakan 33 suspensi.

Pada bidang Teknik Elektro terdapat cabang High Voltage Engineering :

Fungsi nya adalah :

1. Untuk mengetes material insulator yang baru

2. Untuk mengetahui tingkat tegangan yang dapat digunakan oleh insulation material

3. Untuk mengetes exiciting komponen yang ada dalam komponen power system

Pada trafo terdapat minyak yang berfungsi sebagai pendingin kumparan dan mengisolasi tegangan agar tidak bocor ke luar.